a. Sistem Kemasyarakatan.
Masyarakat Hindu memiliki lima strata atau
lebih dikenal dengan nama Kasta. Namun, pada tahun 1950 M pemerintah India
secara resmi menghapus kasta terakhir. Kasta-kasta
1) Kasta
Brahma (Kelas Putih): terdiri dari kalangan pendeta, dan pemuka agama Hindu
2) Kasta
Ksatria (Kelas Merah): terdiri dari penguasa dan tentara
3) Kasta
Waisya (Kelas Kuning): terdiri dari kalangan petani dan pedagang
4) Kasta
Sudra (Kelas Hitam) : terdiri dari para pengrajin
5) Kasta
Paria terdiri dari kelompok yang dipandang rendah dari perspektif agama
Hindu, seperti penggali kubur, petugas kebersihan dam semacamnya.
b. Filsafat dan Sistem
Kepercayaan.
Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah
animisme dan dinamisme. Percaya adanya kehidupan sesudah mati, yakni
sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan maka roh nenek moyang
dipuja. Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nenek moyang
hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India sebagai
tempat pemujaan. Di
Indonesia, selain sebagai tempat pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam
raja dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang telah wafat. Dapat terlihat adanya pripih tempat
untuk menyimpan abu jenazah, dan diatasnya didirikan patung raja dalam bentuk
mirip dewa. Hal tersebut merupakan perpaduan antara fungsi candi di India
dengan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.
c. Sistem pemerintahan
Pengaruh
India di Indonesia dalam sistem pemerintahan, adalah adanya sistem pemerintahan
secara sederhana. Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin tersebut
diubah menjadi raja serta wilayahnya disebut kerajaan. Rajanya dinobatkan
dengan melalui upacara Abhiseka, biasanya namanya ditambah “warman”. Contoh: di
Kerajaan Kutai, Taruma dan sebagainya.
Bukti
akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja harus berwibawa dan
dipandang punya kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Raja disembah
menunjukkan adanya pemujaan Dewa Raja.
Konsep kerajaan menurut tradisi Hindu
yaitu sebuah alam-semesta kecil yang berupa mandala yang dipimpin oleh raja dan
dikelilingi oleh kekuatan konsentris yang terdiri dari para pendeta,
pemerintah, bangsawan, tentara, dan rakyat jelata. Masing-masing mandala
mewakili area kekuasaan inti sang tuan tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar